7 Aturan Dalam Investasi Yang Perlu Anda Ketahui

Investasi mungkin tampak rumit. Tetapi hal ini sebenarnya bukan sesekali harus anda sadari bahwa sebagian besar yang perlu anda ketahui dapat dimuat dalam daftar yang cukup kecil.

Tidak peduli apa yang akan menjadi tujuan investasimu, anda dapat menghasilkan uang hanya dengan mengikuti sejumlah aturan yang sederhana. Dibawah ini adalah 7 aturan yang akan memberikan anda jalan menuju kesuksesan finansial dan kaya dengan cepat, yaitu:

  1. Berinvestasi sebanyak yang anda bisa

Ini sangat sederhana. Semakin banyak yang anda investasikan, maka semakin banyak uang yang anda dapatkan dari waktu ke waktu. Pasar saham S&P 500, yang melacak kinerja perusahaan di Amerika terbesar, rata-rata laba tahunan 7,25% diantara tahun 2006 dan 2015, menurut angka yang dilacak oleh New York University’s Stern School of Business. Dan rata-rata tersebut lebih dari 9% pertahun sejak tahun 1928. Anda tidak akan mendapatkan hasil uang yang lebih baik di tempat lain. Peningkatan kecil pada kontribusi investasi anda dapat membuat perbedaan yang besar. Sebuah investasi tahunan senilai US$ 5.000 akan berubah menjadi US$ 74.000 dalam 10 tahun, berdasarkan pada laba 7%. Sebuah investasi tahunan senilai US$ 6.000 akan berniali US$ 88.000. Sebuah investasi tahunan senilai US$ 7.000 akan menjadi US$ 103.000. Semakin banyak investasi yang anda lakukan dengan jumlah yang besar, maka semakin banyak penghasilan tambahan yang akan anda dapatkan dan anda nikmatin

  1. Mulai sejak awal

Salah satu hal terpenting untuk mengetahui tentang investasi adalah semakin awal anda memutuskan untuk memulainya, maka anda dapat bekerja dalam jangka panjang. Ada banyak orang diluar sana yang tidak memulai investasi lebih awal untuk masa pensiunnya dan mereka berakhir dengan simpanan lebih kecil dari yang pernah dibayangkan. Itu dikarenakan mereka tidak dapat mengambil keuntungan dari fenomena laba majemuk. Mari kita katakan apabila anda mulai menabung untuk pensiun pada usia 40 tahun, dengan menyisihkan US$ 1.500/bulan. Dengan asumsi laba tahunan 7% pada usia 60 tahun, anda akan memiliki sekitar US$ 789.000. Tetapi jika anda memulainya pada usia 30 tahun, anda akan mendapatkan US$ 1,8 juta pada periode yang sama. Jika memulainya pada usia 20 tahun, anda akan mendapatkan US$ 3,8 juta.

  1. Melihat jangka panjang

Pasar saham bergejolak secara alamiah, tetapi seperti yang saya katakan diatas, umumnya trend keatas dari waktu ke waktu. Jika anda berinvestasi dengan kerangka waktu yang singkat dimana kurang dari 3 tahun, anda mungkin tidak menghasilkan uang sama sekali. Bahkan, anda mungkin merugi sedikit. Tetapi jika anda memperluas jangka waktu ke 10, 20 atau 40 tahun ke depan, anda akan menikmati keuntungan yang solid dalam basis tahunan dan melihat pergerakan dengan lancer.

  1. Berinvestasi dalam jumlah yang tetap seringkali lebih baik ketimbang pembayaran sekaligus

Anda mungkin berpikir jika dirimu memiliki selera yang baik dan tepat saat pasar akan naik dan turun. Tetapi kemungkinannya, anda justru menebak seperti yang lainnya. “Waktu pasar” bukanlah sesuatu yang para investor dapat menebaknya secara teratur. Sangat masuk akal untuk menginvestasikan jumlah tetap dalam periode secara rutin, umumnya bulanan atau kuartalan. Ini disebut metode “Cost-Dollar Averaging” dan bekerja untuk para investor karena anda pada akhirnya akan membeli saham lebih banyak saat harga saham anjlok dan membeli saham lebih sedikit saat harga saham naik.

  1. Bertindak agresif saat anda muda, menjadi lebih konservatif saat anda dewasa

Tidak ada kesepakatan yang sebenarnya di campuran investasi yang ideal, tetapi kebanyakan penasihat keuangan menyarankan berinvestasi di hampir semua saham dan dana indeks saat anda masih muda, karena anda masih jauh dari kata pensiun dan dapat menghasilkan uang selama beberapa tahun. Saat anda tengah mendekati masa-masa pensiun, andapun akan beralih ke dalam portofoliomu untuk menyertakan investasi yang kurang stabil seperti obligasi.

  1. Fokus pada indeks dana, bukan saham individual

Sangat menyenangkan untuk memiliki saham di perusahaan individu, dan membeli sejumlah saham perusahaan yang anda sukai (ini adalah cara yang baik untuk memulai investasi). Tetapi mencoba untuk membangun sebuah portofolio perusahaan yang seimbang sangat sulit, dan ada sedikit bukti bahwa manusia mampu “mengalahkan pasar” dengan teratur. Itu sebabnya bagi sebagian besar investor, sangat masuk akal untuk berinvestasi di reksa dana atau bursa yang diperdagangkan dalam dana dimana mencerminkan kinerja pasar saham secara keseluruhan. Hal ini disebut “pengindeksan”, dan itu adalah cara yang pasti untuk menghasilkan uang dari waktu ke waktu tanpa pergolakan yang selalu terjadi dalam saham perusahaan individual.

  1. Memperhatikan provisi dan komisi


Saat berinvestasi di reksa dana atau bursa yang diperdagangkan dalam dana, ambil perhatian lebih kepada sesuatu yang disebut “biaya rasio”. Ini adalah jumlah yang dibutuhkan perusahaan reksa dana bahkan sebelum anda menyaksikan uang receh sebagai labanya. Biaya ini berkisar diatas 0,05% sampai 1% oleh sejumlah rumah makelar. 1% mungkin terlihat tidak banyak, tetapi selalu dipotong dari keuntungan anda dari waktu ke waktu. Reksa dana yang dikelola secara aktif, daripada mereka yang hanya melacak indeks, umumnya memiliki biaya rasio yang lebih tinggi.